KE GOOGLE

FILM

Rabu, 19 Oktober 2016

Jangan Cari 10 Nama Artis Ini di Internet

Layanan antivirus McAfee merilis 10 nama artis yang berbahaya di dunia maya. Netizen dianjurkan tak usah mencari nama-nama tersebut di internet.

Menurut laporan McAfee, oknum jahil paling banyak menyematkan malware pada hasil penelusuran kesepuluh nama itu. Adalah komedian Amy Schumer yang menduduki posisi nomor satu paling berbahaya.

Jika mengetik nama Amy Schumer di kolom mesin pencari, gadget atau perangkat komputer Anda berisiko terinjeksi malware yang berseliweran, sebagaimana dilaporkan Askmen dan dihimpun KompasTekno, Senin (10/10/2016).

McAfee menganalogikan pencarian Amy Schumer seperti aksi menyerang diri sendiri. Hal ini diiyakan Chief Consumer Security Evangelist di Intel Security, Gary Dacis.

Dacis melihat kecenderungan netizen saat ini yang selalu lapar akan informasi terbaru seputar budaya pop alias pop culture, salah satunya kabar tentang artis hollywood.

"Kebiasaan itu dimanfaatkan para kriminal cyber untuk menaruh malware di situs-situs yang sering dicari tentang artis tertentu," dia.

Schumer sendiri diketahui tengah menjajaki masa kejayaan sebagai stand-up comedian. Saat ini ia sedang menjalankan tur ke tiga benua.

Karirnya pun melebar, dari komedian menjadi penulis, aktris, dan produser. Terakhir, ia dinominasikan dalam lima kategori penerima Emmy Award untuk karya serial televisinya berjudul Inside Amy Schumer.

Beberapa nominasi bergengsi lain yang ia dapat adalah Writers Guild of America Award untuk Screenplay Terbaik dan The Golden Globe Award untuk Aktris Terbaik.

Selain Amy Schumer, masih ada sembilan tokoh terkenal lainnya yang berpotensi membahayakan perangkat elektronik Anda, selengkapnya sebagai berikut.

1. Amy Schumer
2. Justin Bieber
3. Carson Daly
4. Will Smith
5. Rihanna
6. Miley Cyrus
7. Chris Hardwick
8. Daniel Tosh
9. Selena Gomez
10. Kesha

Daftar tersebut memang cuma terbatas untuk artis Hollywood. McAfee atau perusahaan keamanan cyber lainnya belum merilis secara spesifik nama-nama artis Indonesia yang berbahaya secara online.

Minggu, 09 Oktober 2016

"Smartphone" Jangan Keseringan Pakai "Powerbank"

Smartphone memiliki segudang "kepintaran" dibanding dengan ponsel dasar (feature phone) yang biasa hanya digunakan untuk menelepon dan SMS.
Berkat kepintaran tersebut, smartphone lebih rakus memakan daya dari baterai. Ponsel pintar paling banter hanya bertahan satu hari dan harus di-charge kembali. Berbeda dengan ponsel dasar yang cukup di-charge seminggu sekali.
Karena intensitas pemakaian dan sering di-charge, baterai smartphone bekerja lebih keras. Untuk itu, pengguna harus tepat dalam merawat baterainya agar lebih tahan lama.

Salah satu kebiasaan buruk pengguna yang harus distop agar baterai ponsel tidak cepat rusak adalah kecanduan mereka dalam memakai powerbank.

Perangkat baterai portabel (powerbank) memang sering kali menjadi penyelamat saat baterai smartphone "sekarat". Namun, banyak pengguna yang sering kali mengisi daya lewat powerbank meski tidak sedang dalam kondisi darurat dan sebenarnya memungkinkan penggunaan charger.
Hentikan kebiasaan nge-charge smartphone seperti itu. Keseringan menggunakan powerbank bisa membuat daya tahan baterai smartphone berkurang.

Tak seperti charger via listrik, powerbank tidak sepenuhnya mengalirkan daya yang stabil dan sesuai spesifikasi smartphone, ditambah lagi dengan banyak beredarnya powerbank dengan kualitas rendah.
Kebiasaan buruk lain yang perlu distop adalah men-charge smartphone menggunakan laptop atau PC melalui kabel data. Seperti powerbank, arus listrik dari komputer tidak dirancang untuk mengisi daya smartphone sesuai standar.

Jadi, mulai sekarang, hanya gunakan powerbank dan komputer jika benar-benar dalam keadaan darurat.

Kamis, 06 Oktober 2016

TVisiKita, Pesaing YouTube untuk Masyarakat Desa di Indonesia

 Bagi masyarakat perkotaan, layanan televisi-internet atau kerap disebut video-streaming bukanlah hal asing. YouTube, Netflix, Vidio, iFlix, dan Hooq menerapkan mekanisme demikian.

Sayangnya, layanan-layanan itu membutuhkan jaringan internet dengan bandwidth tinggi sehingga hanya bertumbuh subur di kota-kota besar. Lantas bagaimana dengan masyarakat desa yang masih sulit mengakses internet?

Sebuah aplikasi Android bertajuk TVisiKita diharapkan mampu menjadi solusi. Aplikasi tersebut dikembangkan dengan teknologi iBOLZ yang dirancang khusus untuk daerah-daerah yang belum punya akses internet mumpuni.

Pasalnya, konten di TVisiKita bisa dinikmati dengan bandwidth rendah. Menurut pengembang TVisiKita, Henry Jusuf, kecepatan internet 70 Kbps sudah bisa digunakan untuk streaming konten video di aplikasi tersebut dengan kualitas low-resolution.

"Kecepatan segitu biasanya cuma bisa untuk streaming konten suara saja," kata Henry usai pembukaan Festival Desa Teknologi Komunikasi dan Informasi (Destika) di Danau Sentani, Jayapura, Papua, Rabu (28/9/2016).

Bagi masyarakat kota yang sebenarnya sudah punya akses internet cukup baik, Henry mengklaim TVisiKita bisa turut digunakan untuk menghemat pulsa. Sebab, TVisiKita mampu menghemat data untuk streaming hingga 60 persen.

"Kalau tersambung WiFi, TVisiKita punya teknologi adaptive untuk meningkatkan kualitas gambar sampai HD," ia menuturkan.

Selain dari segi teknis, TVisiKita juga memberi kelonggaran dari sektor bisnis untuk para pembuat konten. Tak seperti YouTube yang menggunakan sistem AdSense, Henry mengatakan iklan di TVisiKita diatur secara mandiri oleh sang empunya channel.

"Kalau lewat situ (Google AdSense) kan ada mediumnya sehingga kreator nggak pernah benar-benar tahu sistem pendapatannya. Kalau di TVisiKita model bisnisnya diatur sendiri-sendiri. Jadi yang punya channel otomatis jadi entrepreneur," kata dia.

Mekanisme mirip YouTube

Intinya, mekanisme TVisiKita hampir sama dengan YouTube dkk, di mana setiap orang, lembaga, atau kelompok tertentu bisa membuat channel video sendiri. Semua orang pun bisa menikmati konten yang bakal diarahkan sebagai media hiburan, edukasi, sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat desa.

Bedanya, akses ke konten TVisiKita tak memerlukan bandwidth besar. Selain itu, model bisnisnya juga lebih bebas dan mandiri.

TVisiKita diluncurkan pada pembukaan Festival Destika 2016. Acara tahunan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, bekerja sama dengan pemda, komunitas, dan lembaga-lembaga lainnya.

Ini merupakan gelaran Festival Destika keempat. Sebelumnya, acara tersebut pernah dibuat secara berurutan di Melung, Majalengka, dan Belitung Timur.

PILIH SOFTWARE ORI ATW BAJAKAN

Software bajakan masih terpasang di banyak komputer di Indonesia. Namun, menurut Software Asset Management Microsoft Sudimin Mina, tak semua pengguna memang benar-benar sengaja memakai perangkat lunak ilegal. Ada juga yang menjadi pemakai secara tidak sengaja, entah karena tertipu atau sebab lain.

Sudimin pun menekankan pentingnya mengenali ciri-ciri fisik software bajakan yang dikemas dalam bentuk cakram keras, supaya calon pembeli tak kecele, khususnya untuk perangkat lunak bikinan Microsoft seperti OS Windows dan Office.

“Pertama, dari sampulnya. Kalau cover saja udah fotokopi, mana mungkin itu software asli?” ujar dia ketika berbicara dalam acara konferensi pers sosialisasi bahaya penggunaan software bajakan di Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Salah satu ciri kemasan software original, menurut Sudimin, adalah menyertakan stiker distributor perangkat lunak yang bersangkutan. Lalu di dalam boks seharusnya ada buku manual berisi panduan pemakaian.

Cakram (DVD atau CD) yang memuat software mestinya turut dilabeli dengan stiker hologram dan penanda khusus berbentuk anak panah untuk menunjukkan keaslian.

Terakhir, apabila terlanjur dipasang di komputer, software bajakan biasanya akan bermasalah saat aktivasi sehingga tidak bisa dipakai oleh pengguna dan tak mendapat technical support dari sang pembuat.

Untuk memfasilitasi pengguna yang ingin tahu apakah piranti lunak Microsoft asli atau bukan, raksasa software itu menyediakan laman khusus di alamat www.microsoft.com/howtotell.

Microsoft Indonesia juga meluncurkan situs Cariyangori.com dalam rangka memerangi software bajakan. “Di sana ada berbagai macam informasi seperti ciri-ciri software bajakan dan alamat diler yang menjual software asli,” imbuh Sudimin.

Bedanya palsu dan bajakan

Sekretaris Jenderal Masyarakat Indonesia Anti-Pemalsuan Justisiari P. Kusumah menegaskan bahwa ada perbedaan antara istilah counterfeit (palsu) dengan bajakan.

Dia menjelaskan, counterfeit mengacu pada tiruan barang asli yang dibuat tanpa izin, sementara bajakan merupakan tindak penggandaan ilegal untuk tujuan komersil, misalnya dengan menginstalasi software di banyak komputer sekaligus, melebihi yang seharusnya dibolehkan dalam lisensi pemakaian.

“Barang counterfeit biasanya ada istilah 'KW' 1,2 atau 3 (untuk menunjukkan tingkat kemiripan dengan produk asli), tapi di software tidak ada karena sama. Ini sulit dideteksi,” kata Sudimin.

Pelanggaran berupa barang counterfeit akan dihadapkan pada regulasi soal pemakaian merek, sementara pembajakan dikenai undang-undang hak cipta.

“Sebenarnya hukum kita sudah bagus. Ada ancaman denda 4 miliar dan penjara 10 tahun untuk pelaku pembajakan (dalam UU No. 28 Tahun 2014), tapi implementasinya yang susah,” ujar Justisiari mengenai kendala mengatasi pembajakan software di Indonesia.

Beberapa tahun belakangan, selain dalam bentuk cakram keras, pembajakan marak terjadi lewat platform distribusi online yang juga dijadikan sarana menyalurkan software resmi.

Sudimin menjelaskan bahwa Microsoft sudah menjual software secara online di sebagian wilayah dunia seperti China, meski belum menerapkan hal serupa di Indonesia karena terkendala persoalan infrastruktur internet yang disebutnya belum memadai.

“Tapi nanti memang trennya mengarah ke online, semua serba cloud,” ,,,

Rabu, 08 April 2015

Penataan Frekuensi 1.800 MHz

180 Juta Pelanggan Seluler Terancam Sulit Telepon & SMS



sumber by : Detik.Net

http://images.detik.com/content/2015/04/07/328/ponselmuda.jpg 
 
Seluruh pelanggan seluler di Indonesia mulai pertengahan April hingga akhir 2015 ini dipastikan akan mengalami gangguan saat melakukan komunikasi seperti telepon dan SMS.

Gangguan penurunan kualitas layanan akan terjadi saat dimulainya eksekusi penataan frekuensi 1.800 MHz oleh empat operator seperti Telkomsel, XL Axiata, Indosat, dan Hutchison 3 Indonesia.

Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Muhammad Ridwan Effendi berharap seluruh pelanggan seluler memahami kondisi ini demi tertatanya spektrum frekuensi yang nantinya akan dimanfaatkan untuk 4G LTE.

Menurutnya, jadwal detail dari penataan realokasi frekuensi ini menunggu keluarnya Surat Keputusan (SK) dari Menkominfo Rudiantara. Namun menteri sebelumnya telah mengultimatum eksekusi ini harus dilaksanakan sebelum 14 April 2015.

"Sebaiknya pelanggan mulai diedukasi akan adanya potensi penurunan kualitas layanan selama proses penataan di cluster yang disepakati empat operator itu,” ungkap Ridwan saat berbincang dengan detikINET, Selasa (7/4/2015).

Seperti diketahui, total ada 42 cluster wilayah jaringan yang akan direalokasi dalam penataan ulang spektrum ini agar masing-masing kanal operator bisa berurutan (contiguous). Metode yang ditempuh ada tiga, yakni direct, indirect, dan step-wise.

Metode direct yang dimaksud berarti migrasi frekuensi dilakukan serempak pada suatu cluster, sedangkan indirect berarti migrasi tersebut dilakukan bertahap dengan menyediakan kanal kosong untuk transisi. Sementara metode step-wise yang mengkombinasikan antara metode direct, indirect, dan antara keduanya.

Selama ini, spektrum 1.800 MHz dengan total lebar pita 75 MHz, telah menjadi rumah bagi 180 juta pengguna seluler untuk akses 2G yang dilayani oleh Telkomsel (22,5 MHz), XL Axiata (22,5 MHz), Indosat (20 MHz), dan Hutchison 3 Indonesia (10 MHz).

Menurut Ridwan, ketika penataan 1800 MHz dieksekusi, BRTI dan operator akan memberi tahu detail jadwal pelaksanaannya. Hal ini dimaksudkan agar para pengguna memahami akan aktivitas ini dan mengantisipasi gangguan yang bisa terjadi.

Gangguan akan terjadi pada layanan suara (voice call), pesan singkat (SMS), dan akses data dengan mode GPRS dan EDGE. Gangguan ini akan sebisa mungkin diminimalisir pada jam eksekusi antara pukul 00.00-03.00 WIB.

Minggu, 05 April 2015

Harddisk Komputer Disusupi Program Mata-mata

Harddisk Komputer Disusupi Program Mata-mata

sumber by Kompas


Di tengah hangatnya diskusi soal program mata-mata yang disusupkan dalam komputer pribadi, muncul kabar bahwa dinas intel AS NSA secara diam-diam telah menginfeksi harddisk bikinan pabrikan-pabrikan ternama seperi Western Digital, Seagate dan Toshiba dengan spyware selama bertahun-tahun.

Lembaga keamanan Kaspersky asal Rusia mengungkapkan bahwa spyware yang terdiri dari beberapa jenis tersebut dimasukkan ke dalam firmware harddisk sehingga kebal terhadap penghapusan sistem dan selalu aktif setiap kali komputer melakukan booting.

Informasi yang dirangkum KompasTekno dari Reuters, Senin (23/2/2015) menyebutkan bahwa penyusupan spyware dalam harddisk tersebut memungkinkan NSA menyadap informasi dari komputer dan merupakan bagian dari kegiatan spionase barat yang telah dilakukan setidaknya sejak 2001.

Menurut Kaspersky, komputer-komputer di 30 negara termasuk Iran, Rusia, Pakistan, dan Tiongkok telah disusupi oleh spyware harddisk ini, meski tidak semuanya mengalami penyadapan karena mata-mata NSA hanya memilih sasaran yang bernilai informasi tinggi.

Sumber internal NSA yang turut dikutip Reuters membenarkan temuan Kaspersky. Program spyware dalam harddisk itu disebut terkait erat dengan Stuxnet, senjata cyber yang digunakan untuk menyerang fasilitas pengayaan uranium Iran beberapa waktu lalu.

Kaspersky menyebut pembuat spyware harddisk dinamai sebagai "The Equation Group" karena sering memakai formula enkripsi yang kompleks. Grup ini diketahui menggunakan aneka cara lain untuk menyebarkan program mata-mata, seperti lewat situs jihad, flashdisk USB, dan CD.

Source code

Program mata-mata yang telah berjalan selama bertahun-tahun tersebut hingga kini masih aktif dan bisa berjalan di semua harddisk yang beredar di pasaran. Kaspersky menjelaskan bahwa para pembuatnya menemukan cara untuk menyusupkan malware ke dalam firmware harddisk.

Firmware di harddisk adalah salah lokasi penyusupan yang paling berharga bagi mata-mata cyber karena terpisah dari ruang penyimpanan utama dan dijalankan secara otomatis tiap kali komputer dinyalakan.

"Sehingga, hardware ini bisa menginfeksi komputer berulang kali," kata peneliti Kaspersky Costin Raiu.

Raiu mengatakan bahwa para pembuat spyware berhasil memperoleh source code firmware berisi perintah cara kerja harddisk. Source code ini dipakai mempelajari kelemahan firmware untuk kemudian menyisipkan program mata-mata. Tanpa source code ini, firmware harddisk tak mungkin bisa disusupi spyware.

"Mustahil bagi seseorang untuk menulis sistem operasi (harddisk) lewat informasi yang tersedia secara publik," ujar Raiu.

Tak jelas bagaimana NSA bisa memperoleh source code harddisk. Western Digital menyatakan tak pernah memberikan source code miliknya ke agensi pemerintah,  sementara pabrikan lain menolak memberikan pernyataan.

Mantan agen NSA menjelaskan bahwa agensi spionase tersebut bisa memperoleh source code dengan berbagai cara, misalnya dengan berpura-pura menjadi pengembang software yang membuat program untuk instansi AS  lain seperti Pentagon. Dalam kasus ini, pemerintah bisa mengajukan audit terhadap source code untuk memastikan keamanannya. 

"Biasanya NSA yang melakukan evaluasi (audit) tersebut, lalu mereka menyimpan source code yang bersangkutan," kata mantan analis NSA Vincent Liu.

Senin, 21 Juli 2014

 


ACR FABOLUOS 18"
HARGA : IDR 2.200.000 / PCS

 speaker subwoofer 18 inch berpower besar yang memiliki voice coil hingga 5 "
setara dengan speaker build up. tipe ini merupakan generasi subwoofer terbaik di kelasnya. tak perlu khawatir speaker jebol, karena memliki spol besar yg tentunya tahan suhu panas
power max 1700 watt per chanel
imp 8 ohm